Sabtu, 22 Oktober 2011

Menambat Langkah




Ada dia
Pada jejak
Yang sesak

Ada muak
akan siang
tak telanjang

terbawa dengan angin
hembuskan pada ruang
ramai kata disana
padanya aku mengerti
sesampai lalu melintas
sekotak petak
tempat
kebersamaan berteduh
dengan langit saling-salingan
merangkak di atas rumput pepakuan
sebelum, padanya
ragu, pilu
juga ada jenaka
entah dimana nanti
bagaimana
saat ini hanya bermimpi
belum kunjung terlaksanai

2008, 04, 23

Kamis, 20 Agustus 2009

ayang aa

Tak bisa terhindari
Dada ini akan pergi
Kau, aku kan sepi lagi
Tak lagi ceria seperti
Cinta bersamping nikmatnya hari

Aku pergi
Disebab kita berharap mimpi

Jalan ini harus berapi
Meski tanganmu tak terjabati
Karena kamu pasti
Selalu ada di pusat hati

Lisda Ayu Lestari

Senyum malam ini adalah bayang
Gulumnya menyulam hati berawan sayang

Antara gelap sedikit terang
Jelas hanya terapung aku membayang

Kau sengatan petir
Membekaskan aku tergoles lemah
Tertidur
Didua sadar

Wajah menyelinap masuk
Keberadaan idea
Aku tergoles membayang

Malam
Yang malam
Aku hanya membayang

JAKARTA, 2008

rangkas-Jakarta

Ketundukan

Dua tahun lalu
Aku menuai cinta
Banyak makna
Hingga kaya bercerita
Pada sesama beradu nasib
Dalam singgasana hati

Sesampai pada bangga
Dengan yakin teramat dalam
Menyisakan malu
Nan menyesakkan
Hingga terasa jiwa telahlah mati

Kini sangat bisu
Dengan haru
Pada seonggok kenyataan

Aku terluka
Dengan jari-jari motor hampiri dadaku
Saat dalam perjalanan
Setiap menjemput cinta
Ialah ke rangkas
Walau mata terpejam
Seakan ajal kan tiba
Hampiri tubuh mungil ini

Namun pada adanya
Aku hanya tertunduk
Pada buku
Telah lama memaki
Padahal Fitria telah usang mencibiri
Diri yang kurus telah lama berpenyakit

Kini aku bertanya
Siapa lagi kian memaki

tak tahu siapa namanya

Kamu itik menari
Berlantai madu
Memanis kamu
Atau
Pipit bernyanyi
Fajar ceria
Menghangat kamu

23-04-08

untuk daimal aziz

apa pantas ku sebut mu hantu?kau hadir dalam hari,apa untuk pergi..karena,,,sampai kini kau masih dalam matimu temukan aku..pesanku, rasulmu memanggilmuuntuk selalu terikat dalam persaudaraanmu..seumpama aku mati,doakan saja aku bertemu Muhammad (Nabimu),Rumi,al-kindi,Imam Ali,kekasihku Husain Bin Ali,bidadariku Aisyah,dan aku berharap bisa mencium al-Hallaj,St Jenar..dan tentunya orang yang pernah mengnalku..oia, doain w di surga atau di neraka biar bisa ketemu Maria Ozawa aka Miyabi...saudara,sebelum gw mati gw harus ketemu lw

kingdom of best emperor

Selama ini aku bermimpi:
Ada satu rumah mewah yang berdiri membentang
Dalam rumah ada rumah
Tapi ingat..
Kemewahan sebagai motivasi alam
Merahmat untuk alam

Dibangun dari cita-cita tinggi
Mimpi yang dikira tak pernah terbeli

Tiga utusannya dalam lamunan,
Setelah nasib ada pertemukan lalu telan mereka

Bergumam, bercerita lalu berdesah juga menjerit
Kadang berucap
Sebuah ungkapan agung
Untuk andil juang
Demi kehidupan
Yang harus dengan kebebasan
Kemerdekaan
Karna itu mampu membawa sejuk

Berkeringat untuk kehidupan
Mereka meyakini
Di bumi, kita semua saudara

Dimulai dari rumah mewah
Cita itu bertumbuh semi
Merah semangat terlihati

Tiga orang yang dulu:
Manis, imut seperti lugu
Berjalan dari merangkak
Untuk yang tercita-cita tegak
Mencoba menyimpan ada tabungan
Di saku masa depan

Dengan keringat
Ia mencoba rintis
Pernah darah kagetkan mereka
Jatuh, dan apakah terbangun lagi?

Waktu, juga alam
Sebagai tangis di malam pekat
Hampiri dua daun mereka
Memaksa karena jeritannya terus selalu menganga
Bangunkah mereka?

Tak sadari alam mereka?
Di jauh mereka:

Seorang ibu
Dengan bayang anaknya ada di kepala
Duduk terlesu di pintu depannya

Terkuping lagu sunyi hangati hujan sore itu

“buah hatiku..
Kerinduanku, doa untuk mu
Dengar pesanku….
Kehidupanmu, adalah aku ada”

Raihlah….
Raihlah mimpimu, anakku
Ucapnya pada batu yang basah

Suatu keping lain
Sejiwa mereka, tapi lainan
Belum tampak. Sudah tampak
Saatnya kelak

Mereka ayam untuk mereka
Tiga manusia berkepala Satu
Bangunkan mereka, atau pembunuh tidur
Yang pasti, pasti karena sunyi sepi
Ada jiwa yang membutuhkan
Ada teduh saat melihat yang basah
Apakah mereka saling mencinta?
Siapa yang saling mencinta?

Tangis teman, kawan, sahabat, saudara
Keluarga mereka
Tontonkan tontonan kesangsian

Selama ini aku bermimpi….
Selanjutnya mimpi esok hari..



JAKARTA, 2008