Kamis, 20 Agustus 2009

rangkas-Jakarta

Ketundukan

Dua tahun lalu
Aku menuai cinta
Banyak makna
Hingga kaya bercerita
Pada sesama beradu nasib
Dalam singgasana hati

Sesampai pada bangga
Dengan yakin teramat dalam
Menyisakan malu
Nan menyesakkan
Hingga terasa jiwa telahlah mati

Kini sangat bisu
Dengan haru
Pada seonggok kenyataan

Aku terluka
Dengan jari-jari motor hampiri dadaku
Saat dalam perjalanan
Setiap menjemput cinta
Ialah ke rangkas
Walau mata terpejam
Seakan ajal kan tiba
Hampiri tubuh mungil ini

Namun pada adanya
Aku hanya tertunduk
Pada buku
Telah lama memaki
Padahal Fitria telah usang mencibiri
Diri yang kurus telah lama berpenyakit

Kini aku bertanya
Siapa lagi kian memaki

Tidak ada komentar:

Posting Komentar