Ketundukan
Dua tahun lalu
Aku menuai cinta
Banyak makna
Hingga kaya bercerita
Pada sesama beradu nasib
Dalam singgasana hati
Sesampai pada bangga
Dengan yakin teramat dalam
Menyisakan malu
Nan menyesakkan
Hingga terasa jiwa telahlah mati
Kini sangat bisu
Dengan haru
Pada seonggok kenyataan
Aku terluka
Dengan jari-jari motor hampiri dadaku
Saat dalam perjalanan
Setiap menjemput cinta
Ialah ke rangkas
Walau mata terpejam
Seakan ajal kan tiba
Hampiri tubuh mungil ini
Namun pada adanya
Aku hanya tertunduk
Pada buku
Telah lama memaki
Padahal Fitria telah usang mencibiri
Diri yang kurus telah lama berpenyakit
Kini aku bertanya
Siapa lagi kian memaki
Tidak ada komentar:
Posting Komentar