
Aku terlesu saat
Langkah kan tinggalkan mu
Sebaris air mata berdampingan
Semangat mengkelakar kian dan semakin
Hidup
Caramu mencintaiku
Mengharap aku cintai kamu
Sepenuh tulus
Ini nyanyian lantunan hati
Bergema saat keringat itu
Juga mata beratku
Temaniku dengan kerinduan
Hasrat raga
Hadir kamu
Dalam keheningan cinta
Cinta?
Seperti bidadari dari
Kahyangan; harap dari manusia
Berwarna-warni
Buah cahaya dari panganmu
Semerah darah; air mata terakhir
Sekuning pengecut dikalah Cleopatra
Katanya, juga
Sehijau daun sipembawa tawa
Dan sebiru langit peneduh kita
Padahal karena aneka warnanya
Tidak ada paham kita
Untuknya
Lalu, dengan lantunan hati ini
Aku gegaskan jiwaku
Dan ragakpun
Ke satu titik cahaya
Pastikan pijari masaku
Masa sepanjang umur
Ada, juga tiadamu
Allah merestuimu penyelamat
untukku
Langkah kan tinggalkan mu
Sebaris air mata berdampingan
Semangat mengkelakar kian dan semakin
Hidup
Caramu mencintaiku
Mengharap aku cintai kamu
Sepenuh tulus
Ini nyanyian lantunan hati
Bergema saat keringat itu
Juga mata beratku
Temaniku dengan kerinduan
Hasrat raga
Hadir kamu
Dalam keheningan cinta
Cinta?
Seperti bidadari dari
Kahyangan; harap dari manusia
Berwarna-warni
Buah cahaya dari panganmu
Semerah darah; air mata terakhir
Sekuning pengecut dikalah Cleopatra
Katanya, juga
Sehijau daun sipembawa tawa
Dan sebiru langit peneduh kita
Padahal karena aneka warnanya
Tidak ada paham kita
Untuknya
Lalu, dengan lantunan hati ini
Aku gegaskan jiwaku
Dan ragakpun
Ke satu titik cahaya
Pastikan pijari masaku
Masa sepanjang umur
Ada, juga tiadamu
Allah merestuimu penyelamat
untukku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar