Jumat, 03 April 2009


Di balik tembok aku tumbuh
Bangkit, sekelilingnya lumpuh
Berteman sekantong rapuh
Tetap, berjuang sungguh

Di depanku tikus gendut
Sampai habiskan sampah
Bau dia kentut
Setelah manis serapah

Berdiri aku terduduk lagi
Siapa aku? Aku sadari
Ku raih kaki kembali
Sedang kepala berat terangkati

Aku diam dengan dudukku
Dengan pikir lari-lari
Sembari semangati jari
Untuk berteriak inilah aku

Lihat apa kau?
Aku?
Dalam bahasaku?
Ku yakin tak ada maksudku
Kau diam tiada sesuatu
Karena ini nyeri adanya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar