Kamis, 20 Agustus 2009

antar Jakarta-Cihara

Bahasa yang tak akan dilupa
Jahannam tertinggal di kepulauan nan jauh
Kau tercipta dengan bayang
Dari jemari mimpi-mimpiku
Keterpuasan aku menahan jiwa yang mereguk
Suatu keabadiaan bernama kesetiaan
Bahagia mengangin kearah lintasan pelangi
Disaksikan darinya aneka peluh, resah, juga terang
Terlintas batu wajahmu
Dari gitar yang tertunduk pojok kamar
Membisu tapi berbicara
Merayu dengan suara hati
Terdengar dari pantulan batin
Membawa aku yang terbang
Dari kebimbangan, ada sekarang dalam keindahan
Fitria kelara!!!!
Siapa di antara kita sanggup melupa
Kelikuan cerita kita?
Jangan ada….
Karena tak akan pernah ada…
Ha..ha…
Gila, 070808

Tidak ada komentar:

Posting Komentar