Kamis, 20 Agustus 2009

kosan ku

Menggaung
Keras
Dari balik kotak kecil

Lumpuh, membisu dengan luka terlalu lama
Berkandang kepada hati
Saat berdiri
Terjatuh kembali

Teman berdendang dengan syair bisu
Hanya diam, melamun saja
Kesendirian untuk menyelamatkan diri
Upaya tak tenggelam terlalu dalam
Padahal setinggi bintang
Walau seumpa angan mimpi nan percuma
Dan sia-sia, selalu sia-sia selalu

Panggilannya seperti sirine emergensi mobil ambulance
Menemani mayat tanpa makna
Kepada keluarga yang juga seperti hantu
Tiba, pergi
Lalu tiba untuk pergi lagi

Seperti buta kata,
Juga gagu untuk mengungkapkan sore di kotak kecil ini
Karena luka nan lama terundang kembali
Oleh kenyataan kepedihan
Ah, biar terkubur oleh Cahaya
Dan aku bersama kepasrahan
Karena Dia yang ku cintai
Atas dari atas segalanya

Jakarta, 4 Agustus 2009

Tidak ada komentar:

Posting Komentar