Menggaung
Keras
Dari balik kotak kecil
Lumpuh, membisu dengan luka terlalu lama
Berkandang kepada hati
Saat berdiri
Terjatuh kembali
Teman berdendang dengan syair bisu
Hanya diam, melamun saja
Kesendirian untuk menyelamatkan diri
Upaya tak tenggelam terlalu dalam
Padahal setinggi bintang
Walau seumpa angan mimpi nan percuma
Dan sia-sia, selalu sia-sia selalu
Panggilannya seperti sirine emergensi mobil ambulance
Menemani mayat tanpa makna
Kepada keluarga yang juga seperti hantu
Tiba, pergi
Lalu tiba untuk pergi lagi
Seperti buta kata,
Juga gagu untuk mengungkapkan sore di kotak kecil ini
Karena luka nan lama terundang kembali
Oleh kenyataan kepedihan
Ah, biar terkubur oleh Cahaya
Dan aku bersama kepasrahan
Karena Dia yang ku cintai
Atas dari atas segalanya
Jakarta, 4 Agustus 2009
Tidak ada komentar:
Posting Komentar