Aku tahu merpati cantik
Saat surya memuncak di bentang cakrawala
Ada di samping aku terpanah
Kerlip matanya membunuh segala
Dan darinya teraih perisai
Untuk menampik cacat laten kebusukanku
Dua perahu nan berkejar
Di singgasana pantai selatan
Sedang aku terduduk
Memeluk si bermata tajam
Tertuang lamunan panjang
Saat hangat sambil bersaksi
Ada kita bermukim pada hari-hari
Berlantai hijau ilalang
Sedang kita sadar ada ulat hendak mengembang
Aku hanya ombak
Membasuh merpati
Untuk tak kembali lagi
Karena hidup mencatatkan
Aku hanya untuk menyapu
Bukan memangku
Untuk dibawa pada lalu-lalang hari-hari bengisku
Saatnya kau terbang
Sang merpati bermata tajam juga tuna
Habitat suaka mu segera menjamu dengan sedanau nanah
Ini tidak hanya sekejap puja harapku
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus